Malam yang dingin ketika tadinya ada teman yang menemani lalu pergi. Diri inipun menemukan sebuah hal yang sepi dan mengingat sesuatu yang sudah terlewati. Apakah ini buruk ataukah baik, itupun adalah tanyaku dalam hati. Kupun terus mendalami dan mengabungkan diri dalam wujud horisontal dan vertikal.
Duduk bersila dan termenung dalam ilusi mencari kesejajaran diri, wujud bayangan tetapi jadi beban-beban nyata. Dari bayang ramai, amarah, disakiti dan menyakiti. Telah nyata hati adalah kepandain dalam bermimpi,antara ketakutan, harapan, dan kesedihan.
Seperti ada pepatah cina "hanya karena tapal kuda, maka kaki kudapun terluka, kemudian kudapun malas jalannya, maka suratpun tidak mampu diatarkan ke raja, lihatlah akhirnya pesan yang tidak tersampai kalah perang". Ini sudah jadi nyata masalah kecil yang dibiarkan bisa menjadi masalah besar. Diejapun diri memiliki ketakutan adalah perhitungan yang sangat luar biasa buat kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar