Sabtu, 25 Juni 2011

Bagaimana Memulai

Kupun belajar mengenal sebuah lukisan, dari manakah seorang pelukis memulai. Dari itupun kuharus tahu bagaimana memeluai sebuah awalan. Dari hal apa saja yang sangat diperlukan.

Kupun tengok dan terus mempelajarinya sampai tahu sebuah hal yang kecil. Inipun kudapatkan:

1. Memunculkan keberanian, jelas dalam hal ini tanpa mau mencoba kita tidak akan dapat sesuatu.
2. Membulatkan bayangan, disini kita harus tahu yakin mampu diwujudkan.
3. Ketenangan tanpa memburu hasil, jelas bicara pada sebuah hal agar mau jadi wujud dengan upaya dan usaha.
4. Tahu dimana titik pertama dijatuhkan. Disini sudah barang tentu kunci pokok dari keutamaan tema atau hal yang ditampilkan.
5. Bisa menjadikan hitam dan putih sebagai sisihan bukan lawan.

Senin, 20 Juni 2011

Mengerti Untuk Diri

Mengerti untuk terus berjalan, walaupun hidup ini penuh kerumitan. Mencoba atas pribadi yang mau maju, tetap memberikan harapan. Maka selayaknya diri perlu memotivasi pada sebuah dukungan. Hal inilah yang membuat diri kita mau menjadi orang yang tetap semangat.

Hidup ini perlu mimikirkan banyak hal bukan hanya diri, biar kadang tercaci dan termaki. Tetapi janganlah pernah terjebak pada kebencian karena hal ini melupakan harapan. Memulai agar tetap mau menjadi orang yang menengok diri, menyembuhkan dari nurani. Untuk berbagi, untuk menjadikan pemenang atas diri.

Kita janganlah menjadi orang yang melihat semut jauh kedepan tetapi lupa ada gajah didepan kita. Inilah kita harus berharap diri yang mampu jadi kompetensi buat pribadi. Mau bersikap rendah hati dan besar hati, karena tanpa itu semua kita tidak akan maju. Karena emosi, hasrat dan nafsu harus kita tata. Coba untuk mengerti dan tetap membawa untuk jadi diri yang mau lihat pribadi agar makin berisi seperti padi yang makin menunduk jika penuh isi.

Minggu, 19 Juni 2011

Renungan Atas Masalah

Malam yang dingin ketika tadinya ada teman yang menemani lalu pergi. Diri inipun menemukan sebuah hal yang sepi dan mengingat sesuatu yang sudah terlewati. Apakah ini buruk ataukah baik, itupun adalah tanyaku dalam hati. Kupun terus mendalami dan mengabungkan diri dalam wujud horisontal dan vertikal.

Duduk bersila dan termenung dalam ilusi mencari kesejajaran diri, wujud bayangan tetapi jadi beban-beban nyata. Dari bayang ramai, amarah, disakiti dan menyakiti. Telah nyata hati adalah kepandain dalam bermimpi,antara ketakutan, harapan, dan kesedihan.

Seperti ada pepatah cina "hanya karena tapal kuda, maka kaki kudapun terluka, kemudian kudapun malas jalannya, maka suratpun tidak mampu diatarkan ke raja, lihatlah akhirnya pesan yang tidak tersampai kalah perang". Ini sudah jadi nyata masalah kecil yang dibiarkan bisa menjadi masalah besar. Diejapun diri memiliki ketakutan adalah perhitungan yang sangat luar biasa buat kedepannya.